G. Masalah ketergantungan dan kecanduan

Pelajaran 42:Gangguan penggunaan alkohol(Pelajaran 1521-1540)
Gangguan penggunaan alkohol ditandai dengan kebiasaan minum yang terus-menerus, kesulitan dalam proses penghentian, dan penurunan pengendalian diri, sehingga sulit untuk berhenti meskipun berdampak buruk pada kesehatan dan kehidupan. Kursus ini akan menganalisis mekanisme ketergantungan, faktor pemicu, dan kesalahpahaman sosial untuk membantu memahami bagaimana alkohol menjadi alat untuk "anestesi diri," dan memberikan penyesuaian psikologis serta strategi penghentian yang suportif.

Kursus ini berfokus pada masalah psikologis dan perilaku yang disebabkan oleh penyalahgunaan zat, termasuk narkoba, obat resep, dan obat penenang. Gangguan penggunaan zat tidak hanya merusak tubuh tetapi juga sangat mengganggu fungsi emosional dan kognitif. Kursus ini akan membantu mengidentifikasi siklus kecanduan, pola pemicu, dan mekanisme pengganti psikologis, yang dilengkapi dengan dukungan rehabilitasi dan pelatihan pencegahan kekambuhan.

Pelajaran 44:Gangguan perjudian(Pelajaran 1561-1580)
Gangguan judi adalah kecanduan non-substansi yang ditandai dengan dorongan tak terkendali untuk berjudi, yang sulit dihentikan meskipun menimbulkan konsekuensi ekonomi, interpersonal, atau emosional yang berat. Kursus ini akan mengeksplorasi disfungsi pengambilan keputusan risiko, mekanisme penghargaan otak, dan faktor penghindaran emosional, memberikan jalur untuk intervensi kognitif, pembatasan perilaku, dan perubahan yang mendukung.

Pelajaran 45:Kecanduan internet – ketergantungan pada internet atau permainan.(Pelajaran 1581-1600)
Kecanduan internet seringkali bermanifestasi sebagai keterikatan berlebihan pada permainan, media sosial, atau video pendek, kesulitan mengendalikan diri, pelarian dari kenyataan, dan disertai dengan kecemasan, kurang perhatian, dan gangguan pola tidur. Kursus ini akan menganalisis mekanisme stimulasi internet pada sistem penghargaan otak, membantu membangun kembali ritme, disiplin diri, dan rasa keterlibatan dalam realitas, serta memberikan alternatif perilaku dan metode detoksifikasi digital.

